Malam Kemuliaan — lebih baik dari seribu bulan
Lailatul Qadar diperkirakan pada malam ...
Berdasarkan malam ke-27 Ramadhan (yang paling umum diamalkan)
Lailatul Qadar kemungkinan besar jatuh pada salah satu malam ganjil dari sepuluh hari terakhir Ramadhan. Banyak ulama menekankan malam ke-27, tetapi bisa jadi salah satu dari ini:
Berdiri dalam shalat di malam hari dengan ketulusan dan kekhusyukan
Baca, renungkan, dan hubungkan diri dengan firman Allah
Nabi ﷺ mengajarkan: "Ya Allah, Engkau Maha Pengampun dan mencintai pengampunan, maka ampunilah aku"
Agungkan dan ingat Allah melalui tasbih, tahmid, dan takbir
Bersedekahlah dengan murah hati — sedekah pada malam ini dilipatgandakan pahalanya
Menyepi di masjid untuk beribadah selama sepuluh malam terakhir
Lailatul Qadar (Malam Kemuliaan atau Malam Penentuan) adalah malam paling suci dalam kalender Islam. Ini adalah malam ketika ayat-ayat pertama Al-Quran diturunkan kepada Nabi Muhammad ﷺ melalui Malaikat Jibril. Allah menggambarkannya dalam Surah Al-Qadr: "Malam Kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan." Ibadah pada satu malam ini setara dengan lebih dari 83 tahun ibadah.
Nabi ﷺ menggambarkan beberapa tanda Lailatul Qadar: malamnya tenang dan menyenangkan, tidak terlalu panas dan tidak terlalu dingin. Bulan tampak seperti setengah piring. Matahari terbit keesokan paginya tanpa sinar yang kuat, tampak pucat. Malaikat turun dalam jumlah besar, dan ada rasa ketenangan dan kedamaian sepanjang malam.
Aisyah RA bertanya kepada Nabi ﷺ: "Jika aku tahu malam mana yang merupakan Lailatul Qadar, apa yang harus kuucapkan?" Beliau menjawab: "Ucapkan: Allahumma innaka 'afuwwun tuhibbul 'afwa fa'fu 'anni (Ya Allah, Engkau Maha Pengampun dan mencintai pengampunan, maka ampunilah aku)." Doa indah ini merangkum esensi malam tersebut — memohon pengampunan dan rahmat Allah.
اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي